Tipa Merencanakan Kehadiran Buah Hati

•Januari 12, 2008 • 1 Komentar

Sebagai pasangan suami istri, tentunya kehadiran buah hati jadi sesuatu yang sangat dinanti-nanti. Idealnya kehadiran buah hati dirancang dari jauh-jauh hari agar Anda dan pasangan siap dalam hal fisik, mental maupun materi. Nah, apa saja kira-kira persiapannya?

1. Memulai diskusi
Sebagai wanita, wajar kiranya Anda rindu memiliki buah hati yang lahir dari rahim Anda sendiri. Idealnya pembicaraan awal mengenai anak sudah Anda lakukan sebelum memasuki gerbang perkawinan. Jadi Anda dapat melihat sejauh mana kesesuaian pandangan Anda dan si dia mengenai anak. Kalaupun ada perbedaan pendapat, tak perlu terlalu khawatir, sebab seiring dengan berlalunya waktu, perbedaan pandangan mungkin dapat disamakan sesuai dengan sikon yang dihadapi.

Perlu diingat keputusan untuk memiliki anak adalah murni keputusan yang datang dari Anda berdua, bukan dipengaruhi oleh teman, keluarga atau siapapun juga. Dengarkan suara hati Anda dan pendapat pasangan, kemudian buat keputusan terbaik bagi Anda berdua. Memutuskan untuk memiliki anak dan menjadi orang tua merupakan langkah besar karena membutuhkan banyak kesiapan dan komitmen sungguh-sungguh dari Anda berdua.

2. Apa yang harus dipertimbangkan?
Sebagai pasutri, tentunya Anda harus mempertimbangkan perasaan Anda mengenai anak, kemampuan mengelola waktu, keuangan dan visi di masa mendatang. Coba tanyakan diri sendiri apakah Anda menyukai anak-anak? Apakah kehamilan mempengaruhi karir Anda? Apa yang Anda rasakan dan apakah Anda mampu membiayai seorang anak. Memiliki anak berarti Anda harus mengeluarkan dana besar bahkan di tahun-tahun pertama. Apakah secara emosi, fisik dan finansial Anda siap memiliki anak?

Pertanyaan penting lainnya adalah, apakah perkawinan Anda cukup kokoh untuk menyokong dan membesarkan seorang anak? Terkadang ada pasangan suami istri yang mengira dengan hadirnya anak, masalah mereka akan selesai. Nyatanya, hadirnya anak malah menambah masalah dalam hubungan suami istri. Bayi memerlukan perhatian dan perawatan yang konstan, dan ia akan menyela waktu Anda berduaan dengan pasangan. Memang ada saat-saat yang membahagiakan seperti ketika Anda melihatnya tertidur sambil menggengam jari Anda atau mendengar untuk pertama kalinya ia memanggil Anda dengan sebutan mama/papa. Namun juga ada saat-saat yang dapat membuat Anda panik, seperti ketika ia tak kunjung berhenti menangis walaupun Anda sudah menghibur dengan segala cara, atau ketika pertama kalinya ia terkena demam. Siapkah Anda menghadapinya?

3. Tentukan kapan Anda siap memiliki bayi.
Perkawinan Anda harus memiliki landasan yang kuat sebelum Anda membawa kehadiran jiwa lain dalam dunia Anda berdua atau Anda akan kesulitan menghadapi stress yang tak dapat dielakkan dengan menjadi orang tua. Contohnya, mungkin Anda berdua akan terus bercekcok, sulit mendapatkan waktu berduaan, merasa kesepian atau tak dicintai. Anda harus terlebih dulu membenahi perkawinan Anda. Setelah Anda dapat menyelesaikan setiap masalah yang timbul dengan pasangan seiring dengan berlalunya waktu, maka Anda berdua boleh mulai mempertimbangkan ‘kedudukan baru’ sebagai orang tua.

4. Tetap komunikasi
Mereka yang sudah siap, harus mengambil beberapa keputusan. Kapan waktu yang tepat untuk memiliki anak? Lagi-lagi harus Anda diskusikan bersama. Bagi wanita karir yang akan menjadi calon ibu harus mempertimbangkan karirnya, siapkah Anda kehilangan karir setelah memiliki buah hati? Suka atau tidak, memiliki anak membutuhkan pengorbanan di pihak wanita terutama untuk urusan karir. Karena itu Anda harus memperhitungkan waktu terbaik untuk membentuk sebuah keluarga.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah faktor usia. Persalinan dan perawatan anak membutuhkan energi yang luar biasa dari seorang wanita. Pertimbangkan apakah kesehatan Anda cukup memadai selama masa kehamilan dan persalinan nantinya. Hal-hal inilah yang harus Anda berdua diskusikan bersama dokter.

5. Persiapkan segala kemungkinan
Menjadi orang tua berarti harus siap segalanya. Anda harus siap seandainya menghadapi kesulitan selama kehamilan. Sikap saling dukung dan menguatkan sangat diperlukan dalam situasi seperti ini. Ada baiknya Anda berdua mendengarkan pendapat dari keluarga maupun orang-orang terdekat, namun jangan sampai pendapat mereka mempengaruhi Anda. Ambil jalan terbaik dari setiap masukan yang ada dan tetaplah menjaga kesehatan selama masa hamil.

Bagaimana? Tentu Anda sudah sedikit mendapat gambaran mengenai hal-hal yang sebaiknya dilakukan bukan? Kalau begitu, selamat menempuh hidup baru dan menjadi orang tua teladan..

[http//astaga.com]

Sekilas Info

•Januari 8, 2008 • & Komentar

Sumpyuh atau sumpiuh adalah sebuah kota kecil  di sebelah selatan kabupaten banyumas profinsi jawa tengah.

Dari segi ekonomi sumpiuh mempunyai perekonomian yang lebih maju dibandingkan dengan kecamatan lain di sekitarnya.

Hello world!

•Januari 8, 2008 • 1 Komentar

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!